Pengembang Aplikasi Pembukuan UKM dan UMKM BukuWarung

Pengatur keuangan merupakan salah satu yang terpenting untuk mengelola suatu usaha. Jika pelaku UKM atau UMKM tidak ingin usahanya mengalami kerugian. Maka pelaku usaha dituntut agar dapat mengatur keuangan usahanya dengan baik dan benar. Pelaku UKM atau UMKM harus mempunyai ilmu untuk mengatur keuangan usahanya. Bagaimana pelaku usaha harus mencatat pemasukan dan pengeluaran, bagaimana pelaku usaha mencatat stok barang masuk dan keluar, dan sebagainya.

Biasanya pelaku usaha mengatur keuangannya secara manual. Dengan menghitung pemasukan dan pengeluaran baik stok barang ataupun keuntungan dengan metode manual menggunakan kalkulator. Sebagai pelaku usaha haruslah teliti dalam mengatur keuangan dan meminimalisir kesalahan dalam pencatatan laporan keuangan. 

Jika salah sedikit saja maka akan menyebabkan hal yang tidak diinginkan pada usahanya. Tapi pelaku UKM atau UMKM sekarang tidak usah khawatir lagi karena sekarang ada aplikasi yang canggih. Akan sangat membantu pelaku usaha dalam mengatur keuangan dan juga pencatatan baik laporan keuangan dan keuntungan. Buku Warung, merupakan aplikasi yang akan sangat membantu pelaku usaha baik UKM maupun UMKM untuk mengatur keuangan dan pencatatan keuangan usahanya.

BukuWarung, startup SaaS pembukuan untuk UMKM, mengumumkan perolehan pendapatan awal. Dana segar akan digunakan untuk memperkuat posisi di pasar dan merekrut talenta baru di bidang engineer, produk, desain, pertumbuhan, dan kemitraan. BukuWarung didirikan oleh Abhinay Peddisetty dan Chinmay Chauhan pada akhir tahun 2019 saat keduanya bekerja di Carousell. Sebelumnya mereka berdua pernah meniti karir di Grab, Belong, dan Near. Selama 15 tahun mereka aktif mengembangkan layanan pembayaran dan finansial untuk segmen UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara.

BukuWarung adalah aplikasi yang memudahkan pengusaha UMKM dalam mencatat pembukuan usaha secara digital dan dapat melakukan pembayaran digital. Di dalamnya terdapat fitur catat utang dan piutang. Pemilik warung dapat mencatat transaksi pelanggan yang membeli dengan cara utang. Atau, jika pemilik usaha memiliki utang terhadap penyuplai atau pihak lain. Tersedia notifikasi tagihan melalui SMS atau WhatsApp yang akan dikirim sebagai tagihan.

Fitur lainnya adalah pencatatan pemasukan dan pengeluaran agar arus kas tercatat dan laporan pembukuan usaha yang dapat diakses per hari, minggu, atau bulanan. Dalam beberapa bulan pertama, BukuWarung menikmati momentum pertumbuhan yang kuat. Namun, angka itu belum mencapai 1% dari 60 juta pemilik warung di Indonesia, yang hampir semua menitikberatkan pada metode pencatatan tradisional atau tidak melakukan pembukuan sama sekali. Misi dari buku warung adalah mendukung pemilik warung ini dengan teknologi sehingga mereka dapat mengelola bisnis mereka dengan efisien. Kasbon (utang/piutang) mencakup 80% dari bisnis mereka. Dari pengalaman membangun produk untuk pengemudi dan pedagang di Grab dan Carousell, kami memahami bahwa produk yang paling bermanfaat bagi UMKM adalah produk yang simpel. Fitur-fitur yang kami tawarkan membuat engagement naik 500% dalam dua bulan terakhir.

Dalam waktu dekat buku warung akan merilis fitur yang bisa dimanfaatkan oleh pemilik warung untuk mengirimkan tagihan kepada pelanggan mereka dalam bentuk tautan pembayaran. Tautan tersebut terhubung dengan dompet digital dan metode lainnya. Ini adalah upaya dari buku warung untuk membantu mereka mengurangi kontak langsung di tengah ancaman wabah Covid-19.